rolling memo pen
lagu ini bener bener pas banget, semenjak tinggal di sini.
malem hari di hutan, di barak, sendiri, kue, lilin, dan lagu selamat ulang tahun yang diputar berulang ulang
cerita dibalik dinding, sebenere gua sendiri ngga begitu ngalamin cerita ini, dan dinding memang bisa bicara disini. bukan dalam arti harfiah berbicara, dengan kondisi barak seperti di foto, semuanya serba non permanen, terdiri dari tingkat dua pula, dan isinya pasangan suami istri, bisa dipastikan dinding ini punya banyak cerita.
mulai dari tetangga sebelah yang pulang malem jam sebelas tiap harinya, tiap langkah beratnya bisa membangunkan orang satu barak dan tetangga yang tinggal dibawahnya, sangking berat beban kerjaan dan berat badannya yang lumayan. hingga akhirnya tiap orang bisa tahu siapa yang lewat dari setiap langkah yang berjalan. ada pula tetangga di lantai atas yang gedebag gedebug ditengah malam buta, ntah berbenah, ngebersiin kamar mandi atau sekedar bercinta dengan pasangannya. bahkan untuk bertengkar dengan pasangan pun musti berbisik agar tidak jadi cerita murahan, dan jelenguh mesra pun harus ditahan. lebih lucu lagi ada cerita yang tinggal di lantai bawah cukup "menyodokkan" gagang sapu ke langit langit biar tetangga diatas bisa diam sejenak :) sang tetangga pun bisa maklum, meski cuma sejenak, agar tetangga dibawah bisa tertidur nyenyak ironis? iya, sedih? engga, karena inilah bagian suka duka dari hidup di tambang yang harus dilalui. inilah yang membuat kita bisa akrab melebihi saudara kandung sendiri, karena dinding punya cerita.